Banggar DPRD Bone Minta Perbaikan Jalan dengan Beton

oleh -

KABARTA.ID, WATAMPONE- Masih banyak ruas jalan dalam naungan Pemkab Bone masuk kategori rusak berat. Banggar DPRD pun menegaskan jika terkendala dengan aspal, bisa dengan beton.

Jika merujuk data Dinas PUPR Bone panjang ruas jalan kabupaten dan jalan desa mencapai 2.400 kilometer lebih. Hasil observasi di lapangan, diketahui 50 persen diantaranya jalan mengalami kerusakan atau sekitar 1.200 km.

Pemerintah hanya menganggarkan Rp23 miliar, sedangkan yang dibutuhkan Rp3 triliun. Jika menggunakan betonisasi akan lebih hemat soal anggaran dan lebih efisiensi. “Penganggaran lebih efektif dan efisien, karena anggaran perbaikan dan pemeliharaan jalan sudah hilang,” kata anggota Banggar DPRD Bone, Andi Muh Salam Selasa, 18 Agustus.

Baca Juga:  Ini Sosok Kapolres Bone Yang Baru

Kata dia, kondisi jalan yang selama ini jadi permasalahan di Bone pengerjaannya dialihkan dari hotmix menjadi betonisasi. Sebab, pengerjaan jalan menggunakan hotmix sangat pemborosan anggaran. Pasalnya, setiap tahun dilakukan pengerjaan serta selalu meminta anggaran pemeliharaan.

Menurut Ketua Fraksi Nasdem DPRD Bone ini, jika jalan menggunakan beton, masyarakat bisa menikmati puluhan tahun. Tak hanya itu, penggunaan anggaran lebih efektif dan efisien. Makanya OPD harus menindaklanjuti usulan tersebut.

“Jika usulan itu tidak diindahkan di tahun 2021, saya curiga dan menduga OPD terkait telah memiliki perjanjian dengan beberapa kontraktor hotmix. Yang jelas kita sudah sepakat di Banggar,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Askar menerankan sangat setuju dengan betonisasi, tetapi sejumlah ruas jalan di Bone juga masih memungkinkan untuk menggunakan hotmix.

Baca Juga:  Guru Honorer Dipecat Datang Ngadu, DPRD Bone : Kita Carikan Solusi

Dalam penggunaan betonisasi, harus dilihat struktur tanah jalan tersebut. Anggaran yang diperlukan pun lebih tinggi dibandingkan dengan hotmix. “Perbaikan jalan dengan betonisasi perkilometer membutuhkan anggaran Rp3 miliar hingga Rp3,5 miliar sedangkan hotmix hanya Rp2 miliar hingga 2,5 miliar,” ucapnya.

Sementara anggaran yang dialokasikan terbatas. Disisi lain pemerintah memiliki target yang harus dicapai dalam realisasi jalan. “Bukan tidak memungkinkan untuk dibetonisasi. Tetapi pemerintah ada target-target yang harus dicapai, panjang jalan harus direalisasikan. Kita lihat perbedaan harga satuannya,” bebernya.

Askar juga menjelaskan untuk dana alokasi khusus (DAK) belum mengakomodir penggunaan beton. Masih mengakomodir aspal. Pemerintah pusat belum menyetujui betonisasi. “Selain itu, kami tidak bisa melanggar karena mereka pemberi dana,” jelasnya.(AP).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.