Suaib Mansur Ziarah ke Makam Datu Sulaiman dan Opu Andi Pattiware

oleh -

KABARTA.ID, LUWU UTARA- Silaturrahmi bersama dengan masyarakat di kecamatan Malangke, Calon Wakil Bupati Luwu Utara Suaib Mansur mengawali dengan Ziarah ke Makam Datu Sulaiman dan Makam Opu Andi Pattiware, Jumat (16/10/2020) kemarin.

Datu Sulaiman atau juga dikenal sebagai Datu Pattimang merupakan tokoh penyebar ajaran islam di Indonesia bagian timur tepatnya di tanah Luwu pada  masa kepemimpinan Opu Andi Pattiware selaku Raja Luwu yang ke-15 pada Abad ke-17 atau tahun 1603 masehi.

Dibawa kepemimpinan Opu Andi Pattiware, pusat kerajaan Luwu terbesar ada di Pattimang. Sehingga Datu Sulaiman datang ke Pattimang mengantarkan ajaran islam bersama dengan dua temanya. Dari peristiwa tersebut datu sulaiman disebut sebagai pembawa risalah dan Raja Luwu sebagai penerima risalah (raja pertama yang menerima ajaran islam se indonesia bagian timur).

Baca Juga:  Juara II SSIC 2021, Proyek Investasi Luwu Utara Masuk Agenda BAPPENAS

Melihat dari sejarah, Suaib Mansur berkunjung ke Makam Datu Sulaiman dan Makam Opu Andi Pattiware. Dia diterima dan disambut langsung oleh Andi Saad San Ketua Adat Pattimang dengan membawa kelompok maradeka (dayang dayang).

Sebelum berziarah ke kedua makam tersebut, suaib mansur sempatkan diri untuk memohon doa restu (mapatabe) sebagai salah satu kandidat di pilkada kepada pengurus Adat Pattimang.

“Mohon doa dari kita semua, pengurus adat dan seluruh tokoh bahwasanya hari ini saya adalah bagian dari kandidat. Tidak lupa pula kita kirimkan doa  leluhur kita yang telah menghantar risalah ajaran agama islam yang sampai saat ini masi kita anut,”kata Suaib Mansur.

Baca Juga:  Komunitas GZR 29 Berbagi 200 Paket Sembako

 

Dia menyebutkan sebagai putra daerah yang menganut ajaran Nabi Muhammad SAW yang kemudian diantarkan oleh Datu Sulaiman di Tana Luwu maka sewajarnyalah setiap kesempatan di manfaatkan untuk berziarah ke makamnya.

“Ini sebagai bentuk perenungan kembali perjalanan kita khususnya untuk saya, karna keputusan yang saya ambil untuk menjadi bagian dari perhelatan pilkada. Muda-mudahan kali ini bukan yang terakhir untuk bersiarah ke makam ini,” tutup Suaib.

Terpisah dari itu, Andi saad menuturkan persoalan adat itu mesti di sandingkan dengan agama.

“Adat dan agama itu mesti di sandingkan sebagai mana fatwa dari opu Andi Pattiware, Raja Luwu saat itu, “pattuku ri ade’e mu pasandre ri sara’e” dalam artian bertumpuh pada adat bersandar pada agama, jadi tetap itu bersanding antara adat dan agama,”kata Andi Saad saat dikonfirmasi terpisah, Sabtu (17/10/2020).

Baca Juga:  Pertama Divaksin di Bone, Kapolres : Rasanya Ngilu Saja

Andi Saad juga menegaskan, ziarah ke makam Datu Sulaiman dan Opu Andi pattiware bukan untuk meminta doa melainkan untuk mengirim doa.

“Sering saya sampaikan kepada peziarah yang berkunjung kesini, jangan salah persepsi. Kita hadir di dalam situ, bukan untuk meminta doa karena itu adalah kesalahan besar, kita masuk kedalam, justru membacakan ayat ayat alqur’an dan mengirimkan doa sebagai bentuk penghargaan kita terhadap orang yang telah membawa risalah kepada kita”, tutup Andi Saad.(FAAT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.