Headlines

Jelang Musda, Pengurus Dan Pincam Partai Golkar Lutra Dipecat Karena Tidak Dukung Plt Ketua Arifin Junaedi

7
×

Jelang Musda, Pengurus Dan Pincam Partai Golkar Lutra Dipecat Karena Tidak Dukung Plt Ketua Arifin Junaedi

Sebarkan artikel ini

KABARTA.ID Luwu Utara – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda), internal DPD II Partai Golkar Luwu Utara makin hangat saja, kabarnya sejumlah pengurus DPD II dan pimpinan cabang partai berlambang pohon beringin itu dipecat secara sepihak karena menolak menandatangai surat dukungan kepada Arifin Junaedi untuk bertarung di musda.

Kabarnya, selain ditugaskan sebagai plt Ketua DPD II Golkar Luwu Utara untuk mempersiapkan Musda, Arifin Junaedi (Arjuna) kini mulai menggalang dukungan, dengan meminta para pimpinan cabang (pincam) Golkar se Luwu Utara untuk menandatangani surat peryataan dukungannya untuk Maju di Musda dan jika menolak, mereka akan dipecat dari jabatanya sebagai pincam. Seperti yang dialami oleh Pincam partai Golkar Kecamatan Baebunta, Yusran Hamka.

” Tentu saya mempertanyakan alasan mendasar pemberhentian saya sebagi Ketua Pincam Baebunta. Saya sudah 17 tahun menjadi pengurus dan tidak pernah melakukan pelanggaran organisasi,” kata Yusran.

Baca Juga:  Besok, Kapolsek Akan Duduk Bersama Masyarakat Desa Lamakkaraseng

Dia mengaku, jika dirinya sempat diminta untuk menandatangani surat pernyataan dukungan kepada Arifin Junaedi (Arjuna) untuk maju di musda. “Pak Arifin mengutus orang terdekatnya datang ke saya, membawa surat pernyataan dukungan, disitu sudah ditulis nama saya sebagai pincam Baebunta, dan saya diminta tanda tangan saja, tapi saya menolak,” ungkapnya.

“Apa karena saya menolak menandatangani rekomendasi dukungan untuk pak Arifin di musda? sehingga saya dipecat.? Padahal saya menolak karena ada mekanisme organisasi di kepengurusan pincam yang harus dilalui. Tidak bisa rekomendasi dukungan serta merta diberikan begitu saja. Apalagi proses musda belum dimulai. Waktu pelaksanaan musda saja belum jelas masa sudah minta rekomendasi dukungan,” sambung Yusran Hamka.

Yang anehnya lagi lanjut Yusran, alasan Arifin memecat dirinya karena dia positif covid-19. Menurutnya alasan tersebut sangat mengada-ngada. “Musda juga kan tidak jelas kapan. Kalau alasan karena saya covid, itu ketua DPD I Taufan Pawe positif covid beliau hanya isolasi, tidak dipecat. Kan lucu alasan itu,” tutup Yusran.

Baca Juga:  Peduli Gempa Cianjur, Brimob Bone Galang Donasi

Hal yang sama dialami oleh Rais, dirinya juga dipecat sebagai pincam Kecamatam Sukamaju Selatan, dirinyapu mempertanyakan keputusan Arifin junaedi yang melengserkan dirinya secara tiba tiba.

“Saya jadi heran kok tiba-tiba diganti sebagai Plt. Pincam Sukamaju Selatan, dan belakangan dihilangkan dari daftar susunan kepengurusan DPD II Golkar Luwu Utara. Saya Gak pernah tuh melakukan pelanggaran,” keluhnya.

Bahkan menurut Rais, Arifin Junaedi justru telah melakulan pelanggaran sebab beberapa kader yang sebelumnya telah melanggar kebijakan DPP Partai Golkar di pilkada yang lalu justru diakomodir dalam kepengurusan yang disusun Arifin.

” Pak Arifin ini justru sangat berlebihan sebagai calon ketua dan Plt yang bertugas melaksanakan musda. Toh kalau pak Arifin mau maju di musda, yah silahkan saja tapi jangan korbankan kerja-kerja teman pincam yang sudah berjalan sejauh ini,” kesal Rais.

Baca Juga:  Ketua Bawaslu Bone Pantau Perekrutan PTPS di Ulaweng

Kebijakan Arifin juga disesalkan Ketua BSN Partai Golkar Luwu Utara, Haeruddin Kasim. Kata dia seharusya jelang musda Arifin tidak membuat internal partai jadi gaduh karena ambisi pribadinya. Sebutnya pada awak media, Selasa (16/02/2021).

” Silahkan saja kalau mau maju, tapi jangan bikin gaduh. Inilah sejak awal kenapa kami mengingatkan pak Arifin sebagai Plt Ketua untuk fokus melaksanakan musda. Jangan keinginan pribadi beliau merusak partai secara keseluruhan, mengabaikan aturan dan mekanisme partai, termasuk soliditas partai yang sudah terbangun baik,” sindir Haeruddin.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *