Berkarir dari Bawah, Inilah Kisah Sang Demonstran Andi Rante

oleh -

KABARTA.ID, JAKARTA — Karir Andi Rante sangatlah mentereng dalam dunia kemahasiswaan. Saat ini sudah menjabat sebagai Ketua Bidang Ekonomi dan Pembangunan PB HMI periode 2021-2023. Organisasi tertua dan terbesar di Indonesia.

Namun Andra sapaan karib Andi Rante, prosesnya tidaklah instan. Dia mulai berproses dari bawah. Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (PP IPMIL) pada tahun 2010-2015.

Tahun 2011 awal karirnya dalam dunia kemahasiswaan saat diangkat menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas 45 Makassar (Universitas Bosowa saat ini). Usai menjabat Ketua Himpunan, karirnya melejit dan memimpin Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Ekonomi Universitas 45.

Saat itu Andra yang dikenal berwatak keras dan ngotot telah menjadi kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sejak awal kuliah 2010 di Cabang Makassar, dan pada 2011 menyelesaikan intermediate training atau Latihan Kader II di HMI Cabang Unaha, Konawe.

Baca Juga:  BLK Cellu Berikan Pendidikan dan Pelatihan 94 Mahasiswa IAIN Bone

Tahun 2013 insiden berdarah menimpanya. Saat memimpin demo Penolkan RUU KAMNAS yang kala itu masuk Prolegnas DPR RI Periode 2009-2014. Empat jari lengan kirinya nyaris putus. Darah bercucuran dari mukanya akibat diserang oleh Orang Tak Dikenal (OTK) dan oknum aparat.

“Aksi Demonstrasi itu yang tak pernah saya lupakan hingga saat ini. Masih membekas dalam ingatan. Tetapi alhamdulillah RUU tersebut dipending untuk di tetapkan jadi UU hingga sekarang,” kata lelaki kelahiran 1 Juli 1990 itu kepada KABARTA.ID Selasa (27/4/2021).

Andra selalu memegang teguh kata seniornya. Proses tak akan mengkhianati hasil, dan menjadi motivasinya selalu. Alhasil, usai menjabat Ketua BEM Ekonomi 45 dia langsung diangkat sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) Sulawesi Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI). Dan pada 2015 diangkat jadi Badan Pimpinan ISMEI.

Baca Juga:  Tanete Riattang Peduli, Camat Ingin Melihat Langsung Kondisi Warganya

Saat itu juga dia melanjutkan studynya di Pasca Sarjana Universitas Bosowa Makassar. Akadamik jalan, organisasi juga jalan.

Bagi Andra, saat dulu berproses di kampus Universitas 45 Makassar yang sekarang jadi Universitas Bosowa Makassar nyaris tak ada waktu yang perai selain istirahat dan sejenak bersenda gurau dengan teman dan senior di kampus.

Pagi masuk kuliah, waktu istirahat diisi dengan diskusi akademik dan setelahnya berdialegtika organisasi hinggal sore hari. “Lepas aktivitas kampus saya masuk kerja di sebuah restoran di Makassar tepatnya di Jalan Gunung Latimojong Makassar, restoran Khusus Chinese and Japanese Food,” akunya.

Hasil kerja itulah yang membuat bisa tetap kuliah. Selepas bekerja di restoran itu, malam hari aktif kembali berdialektika di Jalan Bonto Lempangan, tempat HMI Cabang Makassar dan pulangnya selalu subuh hari.

Baca Juga:  Antisipasi Terjadinya Bencana, Tim SAR Batalyon C Pelopor Siagakan Pasukan

“Istirahat sejenak di rumah. Subuh mengantar kakak ke pasar untuk belanja keperluan katering, lalu paginya mengantar masuk kerja di Rumah Sakit dan mengantar adik saya masuk kampus yang kuliah di Kebidanan. Itulah aktivitas keseharian saya yang rutin kurang lebih 4 tahun saat kuliah,” bebernya.

Itulah modal Andra sehingga bisa sampai di titik sekarang ini. Pada intinya selalu sederhana dalam segala hal, sopan dan santun terhadap sesama, mengayomi dan tidak menjadikan perbedaan adalah hambatan dalam bergaul.

“Ini amanah orang tua yang jadi pegangan saya dalam merantau. Jujur dan Sabar insyaallah semua akan baik-baik saja,” cetusnya.

Selain aktif di HMI dan ISMEI, Andra juga banyak aktif di organisasi kepemudaan seperti Perisai Makassar, DPD IPPI, KNPI Kota Makassar, PB Semmi. (mmi/anju)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *