Bahas Kepsek Terpapar Covid Sepulang dari Bali, Komisi IV : Harus Ada Efek Jera

oleh -

 

KABARTA.ID, WATAMPONE— Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Kabupaten Bone menggelar rapat bersama Dinas Pendidikan dan Satgas Penanganan Covid 19 Bone.

Rapat terkait sejumlah kepala sekolah yang tergabung dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S)terpapar Covid 19 sepulang dari Provinsi Bali.

Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPRD Bone dr A Ryad Baso Padjalangi. Hadir anggota Komisi IV DPRD Bone, A Muh Salam, A Akhiruddin, dan A Purnam Sari.

Hadir pula Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Nursalam, Jubir Satgas Penanganan Covid 19 drg Yusuf.

dr A Ryad Baso Padjalangi menuturkan keberangkatan sejumlah kepala sekolah ke Bali mencoreng kerja keras Pemerintah Daerah menekan angka Covid 19 di Bone.

Baca Juga:  Sempat Terhenti Akibat Pandemi, Pemda Lutra dan KemenkumHAM Kembali Gelar Diseminasi HAM

Olehnya itu, kata dia harus ada sanksi dan efek jera yang diberikan kepada sejumlah kepsek yang terpapar Covid 19 usai dari Bali.

“Kita akan buat rekomendasi harus ada efek jerah kepada kepsek yang ke luar daerah, kalau ini tidak dilakukan apa kata masyarakat di mana mereka setiap saat diimbau tetapi malah ada pegawai yang jalan jalan ke Bali,” kata alumni Kedokteran UMI Makassar ini.

Sementara itu A Muh Salam meminta Dinas Pendidikan menyiapkan sanksi kepada K3S. Seperti pembubaran K3S.

“Kalau saya harus ada sanksi seperti bubarkan saja K3S, kalau kita bersepakat sebagai efek jerah, dihapuskan saja K3S ini,” kata Wakil Ketua Komisi IV ini.

Baca Juga:  Ustaz Al Habsyi Bakal Ceramah di Hadapan ASN Luwu Utara, Catat Tanggalnya

Hal senada disampaikan anggota Komisi IV lainnya, A Akhiruddin dan A Purnama Sari.

“Apa yang dilakukan ini tidak ada pembenarannya, harusnya ASN harus menjadi contoh, Baiknya juga ada evaluasi K3S, ditiadakan atau apa,” kata A Akhiruddin.

“Kejadian ini membuat kami semua terpukul, di mana kita galakkan edukasi ke masyarakat sementara ada ke luar daear dan kemudian terpapar Covid 19,” kata A Purnama Sari.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan Bone Nursalam menuturkan Kepsek yang berangkat ke Bali sebelum adanya pemberlakukan PPKM Darurat Jawa – Bali.

“Menurut pengakuan yang bersangkutan ke Bali itu dalam rangka liburan yang jauh jauh hari sudah direncanakan setelah liburan kenaikan kelas,” kata Nursalam.

Baca Juga:  Jelang MUSDA, Kader Sebut Dua Nama Layak Pimpin Partai Golkar Luwu Utara

” Mereka sudah melakukan pernyataan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya,” katanya.

Sementara itu dr Yusuf menuturkan Klaster Bali menjadi salah satu penyumbang tebesar lonjakan kasus Covid 19 di Bone.

“Tidak bisa dipungkiri, guru yang dari Bali menjadi penyumbang besar angka Covid 19 di Bone, jumlahnya 11, empat konfirmasi positif dari guru ditambah tujuh kerabat guru,”kata drg Yusuf.

“Satgas akan terus melakukan pelacakan kontak konfirmasi positif dari Klaster Bali ini,” tambahnya.(AJ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.