Daerah

Juli 2021, Realisasi APBN Bosowa Capai 1, 1 Triliun

26
×

Juli 2021, Realisasi APBN Bosowa Capai 1, 1 Triliun

Sebarkan artikel ini

 

KABARTA.ID, WATAMPONE—
Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Watampone menggandeng Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Watampone menggelar kegiatan Press Release Kinerja APBN bulan Juli 2021 di Bosowa.

Kegiatan bertempat di Aula KPPN Watampone dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang diikuti oleh awak media cetak, radio, tv dan online, Jumat, (06/08/2021).

Kepala KPPN Watampone, Rintok Juhirman dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kegiatan tersebut diselenggarakan bersama KPP Pratama Watampone selaku wakil Kementerian Keuangan di daerah.

Yaitu dalam rangka menjalin sinergi bersama media massa dalam implementasi keterbukaan informasi publik. Selain itu juga menjelaskan kinerja serta peran APBN dalam mendukung penanganan pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Kabupaten Bone, Soppeng dan Wajo.

Baca Juga:  Demi Keselamatan Penerbangan, BMKG Gelar Sekolah Lapang Meteorologi di Luwu Utara

Dijelaskan, bahwa sampai dengan bulan Juli 2021 realisasi belanja APBN oleh KPPN Watampone sebesar Rp1,11 triliun atau 47,64% dari total pagu sebesar Rp2,34 triliun.

“Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 realisasi sebesar Rp1,10 Triliun atau 49,03% dari pagu sebesar Rp2,24 triliun, mengalami sedikit penurunan persentase sebesar 1,39%,” jelasnya.

Penurunan ini disebabkan realisasi TKDD mengalami penurunan sebesar 8,81% dibanding tahun lalu. Di sisi lain, belanja Pemerintah Pusat mengalami kenaikan sebesar 5,21% dari tahun lalu.

Sementara itu, Kepala KPP Pratama Watampone, Hadinengrat Nusantoro Mp menjelaskan bahwa realisasi penerimaan pajak di wilayah kerja KPP Pratama Watampone yang meliputi Kabupaten Bone, Soppeng dan Wajo (Bosowa) sampai dengan bulan Juli 2021 sebesar Rp166,34 miliar atau 39,78% dari target Rp418,20 miliar.

Baca Juga:  Wujudkan IDM Desa Mandiri, Bupati Luwu Utara; Butuh Peran Kepala Dusun

Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 realisasi sebesar Rp180,70 miliar mengalami penurunan persentase sebesar 7,96%.

“Salah satu penyebab penurunan ini adalah dengan berpindahnya beberapa Wajib Pajak ke KPP Madya yang merupakan pembayar pajak besar di KPP Pratama Watampone,”kata Hadinengrat.

Melalui kegiatan Press Release Kinerja APBN Bosowa tersebut, diharapkan dapat memberi gambaran secara utuh kepada masyarakat, bahwa kerja keras APBN dalam mengatasi pandemi Covid-19 sekaligus mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional sebagai bukti hadirnya Negara.(AJ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *