Gerak Cepat Fatmawaty Tinjau Lokasi Banjir di Wilayah Sabbang Selatan

oleh -

KABARTA.ID Luwu Utara – Akibat Curah hujan tinggi, sejumlah pemukiman di Kecamatan Sabbang selatan terendam banjir antara lain Desa Mari-mari dan Desa Pompaniki.

Hujan yang mengguyur kedua desa tersebut diperkirakan pukul 21:00 WITA. dan mengakibatkan debit air sungai saluampak desa mari-mari meluap hingga ke pemukiman warga.

Hal tersebut di sampaikan oleh fatmawaty Beddu, camat Sabbang selatan melalui via WhatsApp, saat di konfirmasi malam tadi. Rabu, (22/09/2021).

“Saat ini kondisi air sudah tinggi dan meluap ke rumah warga sejak pukul 22:00 WITA, di desa mari-mari air sudah masuk setinggi lutut kesalah satu rumah warga yang berada di sekitaran pinggiran sungai dan dipastikan ada tiga dusun dan persawahan warga di desa mari-mari sudah terendam banjir,” Sambungnya.

Baca Juga:  Monitoring Penyaluran BLT-DD di Onondowa Rampi, IDP Pastikan Pemerintah Hadir Disetiap Denyut Nadi Masyarakat

Setelah memastikan kondisi air di desa Mari-mari perlahan surut, Fatmawaty kemudian mengunjungi Desa Pompaniki setelah mendengar kabar bahwa sungai Bebesuk yang melintasi desa pompaniki juga mengalami peningkatan debit air.

Foto Camat Sabbang Selatan, Fatmawaty Beddu. didampingi Kepala desa Pompaniki, Drs. Jayadi (Baju Oranye) dan Salah Satu Warga desa Pompaniki, Kaso Yusuf saat memantau pergerakan arus sungai di desa pompaniki.

“Saat ini kami lanjut ke desa pompaniki dan di dampingi kepala desa sembari memantau pergerakan debit air di samping rumah Pak Kaso, karena kebetulan rumah beliau berada di pinggir sungai desa pompaniki”. Ujar Fatmawati.

Meski air sungai sudah mengalami peningkatan, namun sampai detik ini belum meluap dan menggenangi rumah warga, meski demikian kami telah menghimbau warga untuk tetap waspada karena melihat hujan yang tak kunjung berhenti.

Untuk langkah kedepannya Selaku camat Sabbang selatan, fatmawaty akan selalu berkordinasi bersama dengan kepala desa.

Baca Juga:  BREAKING NEWS : Warga Amali Tikam Tetangga Hingga Tewas

“Saya juga selalu berkoordinasi dengan Kepala Desa untuk mengambil langkah-langkah agar bergotong royong pembersihan saluran pembuangan atau sungai dan menghimbau masyarakat utk tetap waspada mengingat curah hujan tinggi” tutup fatmawaty.

Sementara itu pihak BPBD, PUPR dan Dinas lingkungan hidup juga berada di lokasi kejadian melakukan assesment.

Di ketahui pemerintah telah menggerakkan 2 Alat Ekskavator untuk normalisasi sungai saluampak desa mari-mari dan Sungai pong borrong desa kalotok.(Ad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.